Tampilkan postingan dengan label Ikan Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan Lele. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2012

Mengenal dan Mengatasi Penyakit Ikan Lele

Hama pada lele adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan lele. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang lele antara lain berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air, ikan gabus dan belut.Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan lele secara intensif tidak banyak diserang hama.

Penyakit parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil. Jenis hama/penyakit :

1. Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla

Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron. Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air. Pencegahan: lingkungan harus tetap bersih, termasuk kualitas air harus baik. Pengobatan: melalui makanan antara lain pakan dicampur viterna yang diberikan 1 kapsul amne atau cara konvensional dengan Terramycine dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari, diberikan selama 7-10 hari berturut-turut atau dengan Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3-4 hari.

2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum

Gejalanya : tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak ( karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. Pengendalian: memperbaiki kualitas air dan lingkungan kolam. Pengobatan: dengan viterna 1 botol dikasih 1 kapsul amne dan dijadikan suplemen pakan, 1 tutup untuk 2 sd 5 kg pakan. atau cara konvensional dengan Terramycin dicampur dengan makanan 5-7,5 gram/100 kg ikan/hari selama 5-15 hari.

3. Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia.

Penyebab: jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pengendalian: benih gelondongan dan ikan dewasa direndam pada Malachyte Green Oxalate 2,5-3 ppm selama 30 menit dan telur direndam Malachyte Green Oxalate 0,1-0,2 ppm selama 1 jam atau 5-10 ppm selama 15 menit. pakan dikasih viterna yang diberikan 1 kapsul amne dalam 1 botolnya, dijadikan suplemen pakan harian.

4. Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis)

Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis.

Gejala:

  1. Ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air
  2. Terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang
  3. Ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam.

Pengendalian: air harus dijaga kualitas dan kuantitasnya.

Pengobatan: dengan cara perendaman ikan yang terkena infeksi pada campuran larutan Formalin 25 cc/m3 dengan larutan Malachyte Green Oxalate 0,1 gram/m3 selama 12-24 jam, kemudian ikan diberi air yang segar. Pengobatan diulang setelah 3 hari. pakan dengan campuran viterna yang dikasih amne 1 kapsul per botol vtn. dikasihkan dengan dosis anjuran.

5. Penyakit cacing Trematoda

Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus.
Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip.

Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu.

Pengendalian:

  1. Direndam formalin 250 cc/m3 air selama 15 menit
  2. Methyline Blue 3 ppm selama 24 jam
  3. Menyelupkan tubuh ikan ke dalam larutan Kalium Permanganat (KMnO4) 0,01% selama ±30 menit
  4. Memakai larutan NaCl 2% selama ± 30 menit
  5. Dapat juga memakai larutan NH4OH 0,5% selama ±10 menit. pakan dengan viterna sama dengan perlakuan di atas.
  6. Parasit Hirudinae Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan.

Gejala: pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. Pengendalian: selalu diamati pada saat mengurangi padat tebar dan dengan larutan Diterex 0,5 ppm. Apabila lele menunjukkan tanda-tanda sakit, harus dikontrol faktor penyebabnya, kemudian kondisi tersebut harus segera diubah, misalnya :

  1. Bila suhu terlalu tinggi, kolam diberi peneduh sementara dan air diganti dengan yang suhunya lebih dingin.
  2. Bila pH terlalu rendah, diberi larutan kapur 10 gram/100 l air.
  3. Bila kandungan gas-gas beracun (H2S, CO2), maka air harus segera diganti.
  4. Bila makanan kurang, harus ditambah dosis makanannya.
  5. Pakan dicampur viterna yg sudah diberikan amne 1 kapsul per botolnya.

Membuat Pakan Ikan Lele

Harga pakan yang tinggi sering kali menjadi kendala bagi petani dalam budidaya lele. Oleh karena itu untuk menyiasatinya perlu digunakan pakan alternatif tambahan. Penggunaan pakan alternatif ini diharapkan dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan panen.

Komposisi bahan (% berat):

  1. tepung ikan = 27,00,
  2. bungkil kacang kedele = 20,00,
  3. tepung terigu = 10,50,
  4. bungkil kacang tanah = 18,00,
  5. tepung kacang hijau = 9,00,
  6. tepung darah = 5,00,
  7. dedak = 9,00,
  8. vitamin = 1,00,
  9. mineral = 0,500.

Proses pembuatan:

Dengan cara menghaluskan bahan-bahan, dijadikan adonan seperti pasta, dicetak dan dikeringkan sampai kadar airnya kurang dari 10%. Penambahan lemak dapat diberikan dalam bentuk minyak yang dilumurkan pada pellet sebelum diberikan kepada lele. Lumuran minyak juga dapat memperlambat pellet tenggelam.

Cara pemberian pakan:

  • Pellet mulai dikenalkan pada ikan lele saat umur 6 minggu dan diberikan pada ikan lele 10-15 menit sebelum pemberian makanan yang berbentuk tepung.
  • Pada minggu 7 dan seterusnya sudah dapat langsung diberi makanan yang berbentuk pellet.
  • Hindarkan pemberian pakan pada saat terik matahari, karena suhu tinggi dapat mengurangi nafsu makan lele.

Steak Ikan Lele

Bahan-Bahan:

  • 500 g daging lele, cincang
  • 75 g bawang bombai, cincang halus
  • 1 btr kuning telur
  • 2 sdm tepung terigu
  • 1 btg daun seledri, cincang halus
  • 1 sdm saus inggris
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 3 sdm mentega/margarin

Saus:

  • 1 sdm mentega/margarin
  • 50 g bawang bombai, cincang halus
  • 1 sdm tepung terigu
  • 100 ml air
  • 2 sdm saus tomat
  • 1 sdm saus inggris
  • 1 sdm saus BBQ
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1/4 sdt pala bubuk
  • 1/2 sdt garam


Pelengkap:

  • 100 g kentang, goreng
  • 100 g wortel kecil, rebus sebentar


Cara Membuat:

  1. Membuat steak: Campur lele, bawang bombai, kuning telur, tepung terigu, daun seledri, saus inggris, merica bubuk, dan garam, lalu aduk hingga rata.
  2. Bagi adonan menjadi 5 bagian, lalu masing-masing dibentuk bulat, tekan hingga pipih dan bundar.
  3. Panaskan mentega, lalu goreng tiap bundaran adonan hingga warnanya kecokelatan kedua sisinya dan matang, angkat.
  4. Membuat saus: Panaskan mentega, lalu masukkan bawang bombai, tumis hingga layu. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Lalu tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk, masak hingga kental.
  5. Tambahkan saus tomat, saus Inggris, saus BBQ, merica bubuk, pala bubuk, dan garam, aduk rata. Lalu masak hingga mendidih dan kental, angkat.
  6. Letakkan steak di piring saji, siram dengan saus di atasnya, lalu sajikan bersama-sama dengan pelengkap.

Nilai gizi per porsi:

  • Energi: 332 Kkal
  • Protein: 15,2 g
  • Lemak: 28,7 g
  • Karbohidrat: 2,6 g

Ikan Lele Asap

Ikan merupakan sumber protein hewani yang rendah kolesterol dan sangat baik untuk kecerdasan otak. Salah satu teknologi pengolahan ikan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis serta daya tahan ikan adalah pengasapan.

Prinsip Pengasapan

Proses pengasapan ikan merupakan gabungan aktifitas penggaraman, penggeringan dan pengasapan. Adapun tujuan utama proses penggaraman dan penggeringan adalah membunuh bakteri dan membantu mempermudah melekatnya partikel-partikel asap waktu proses pengasapan berlangsung.

Dalam proses pengasapan,unsur yang paling berperan adalah asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Pada pengasapan menghasilkan efek pengawetan yang berasal dari beberapa senyawa kimia yang terkandung di dalamnya, khususnya senyawa-senyawa:

  • Aldehide ( formaldehide dan acetaldehyde), dan,
  • Asam-asam organik (asam semut dan asam cuka).

Bahan Baku

I. Ikan

Ikan yang akan diolah harus dalam keadaan segar dan tidak mengalami cacat fisik.  Berbagai jenis ikan diolah menjadi produk asap misalnya tongkol, cucut, tenggiri, belanak, bandeng, cumi-cumi, lele, dan lain-lain.

II. Bahan Bakar / Kayu

Untuk menghasilkan ikan asap yang bermutu tinggi sebaiknya digunakan jenis kayu yang mampu menghasilkan asap dengan kandungan unsure phenol dan asam organik tinggi, karena kedua unsur lebih banyak melekat pada tubuh ikan dan dapat menghasilkan rasa, aroma maupun warna daging ikan asap yang khas. Sebaiknya digunakan jenis kayu yang keras atau tempurung kelapa sebagai bahan bakar.

Metode Pengasapan:

Pengasapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pengasapan dingin dan pengasapan panas.

  1. Pengasapan dingin (cold smoking) adalah proses pengasapan dengan cara meletakkan ikan yang akan diasap agak jauh dari sumber asap (tempat pembakaran kayu), dengan suhu sekitar 40 – 50 0C dengan lama proses pengasapan beberapa hari sampai dua minggu,
  2. Pengasapan panas (hot smoking).

Pengasapan panas (hot smoking) adalah proses pengasapan ikan dimana akan diasapi diletakkan cukup dekat dengan sumber asap. Suhu sekitar 70 – 100 0C, lamanya pengasapan 2 – 4 jam.

Cara Membuat Ikan  Lele Asap:

Untuk membuat ikan asap perlu disiapkan bahan -bahan berupa : Ikan lele segar 3 Kg, garam 1 Kg garam, air secukupnya.

  1. Ikan lele di belah menjadi dua
  2. Bersihkan isi perutnya
  3. Cuci bersih dan tiriskan
  4. Buat larutan garam 20 – 25% ( untuk 8 kg ikan siapkan 5 liter air dan tambahkan 1 – 1 ¼ kg gram )
  5. Rendam ikan dalam larutan garam tersebut selama 30 – 60 menit dan beri pemberat di atasnya agar ikan tidak terapung
  6. Cuci ikan , kemudian tiriskan sambil diangin-anginkan sampai permukaan ikan kelihatan kering. Penirisan ikan dengan cara mengantung ikan pada kawat (mengait bagian anus dengan posisi mulut di bawah)
  7. Nyalakan kayu bakar dalam rumah asap, sampai didapat asap dengan temperature ruang 60 – 70 oC
  8. Atur ikan di atas rak pengasapan kemudian lakukan proses pengasapan sampai ikan matang dan berwarna kuning kecoklatan mengkilap
  9. Keluarkan rak ikan dari rumah asap dan biarkan hingga dingin.

Analisa Usaha:

Dari 3 Kg ikan basah dihasilkan 1 Kg lele asap:

  • Ikan lele segar 3 Kg = Rp.36.000
  • Garam = Rp.3000
  • Kayu bakar = Rp.10.000
  • Upah tenaga kerja = Rp. 10.000
  • Harga jual ikan lele asap = Rp 70.000
  • Keuntungan yang didapat = Rp.11.000 / Kg lele asap

Budi Daya Ikan Lele Organik

Peluang usaha budidaya ikan lele masih terbuka lebar bagi anda yang berminat menekuninya, banyak yang sudah sukses dalam usaha budidaya ikan lelke, akan tetapi tidak sedikit pula yang gulung tikar karena harga pakan yang mahal.

Tapi ada cara lain untuk budidaya ikan lele yang lebih hemat biaya, yaitu dengan menggunakan “ kotoran Sapi “ sebagai pakan. Cara ini ternyata sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele dan rasanya pun lebih gurih daripada ikan lele yang diberi pakan sentrat.

Cara ini sangat populer di daerah Banyuwangi Jawa Timur. Dengan memberi pakan ikan lele secara Organik maka seakan lele hidup di alam bebas, dimana hidupnya dari makan bahan2 organik.

Tentu ini sangat baik jika anda barengi dengan ternak Sapi. Sebab anda bisa menggunakan kotorannya sebagai pakan ikan lele anda. Namun anda juga bias mencarinya di sekitar anda.

Hasil panen dari Budidaya ikan lele Organik dengan ikan lele non organik sangatlah berbeda. Ikan lele organic hasilnya bisa lebih panjang   20 – 35 cm. Warnanya juga berbeda, ikan lele organic biasanya warnanya agak kemerah-merahan terutama di bagian sirip dan insang. Sedangkan ikan lele non organic warnanya agak kehitam-hitaman.

Keuletan dan kesabaran sangat di butuhkan dalam budidaya ikan lele organic. Sebab akan melalui beberapa proses.

Pertama, adalah penebaran benih lele pada kolam berisi air dan kotoran sapi yang telah dikomposing selama satu bulan. Kotoran sapi tersebut ditempatkan dalam tiga karung goni tertutup. Bila benih berusia dua minggu, kemudian dilakukan seleksi untuk benih yang berukuran 4-5 milimeter.

Benih tersebut dipisahkan di kolam berikutnya selama dua minggu hingga benih berdiameter 10 milimeter. Dua minggu berikutnya, lele diseleksi untuk yang berukuran 20 milimeter. Sejak benih lele berdiameter 10 milimeter itu, kolam yang berisi air dicampur langsung dengan pupuk organik dari kotoran sapi hingga setinggi 20 centimeter.

Dari cara ini, kotoran sapi akan menghasilkan banyak plankton yang menjadi makanan utama lele. Lele organik, baru siap dipanen saat usianya delapan minggu. Keuntungan lainnya, air di dalam kolam lele tidak menghasilkan bau busuk seperti halnya lele non organik. Sehingga ia tak perlu repot mengganti air dalam kolam. “Menghemat biaya dan tenaga “.

Ikan Lele masih menjadi makanan favorit di masyarakat. Namun kebanyakan yang beredar, mengandung residu akibat pemakaian bahan kimia yang tinggi. “Berbeda, kalau organik sudah bebas zat kimia”. Sementara ditilik dari segi gizi, Ikan lele organik tingkat kolestorelnya lebih rendah karena mengandung asam lemak tak jenuh.



SUMBER@ http://www.peluangusaha-oke.com

Kolam Terpal

Kelebihan membuat kolam terpal adalah tidak memakan banyak biaya dan mudah dibersihkan. Jadi untuk memulai usaha budidaya ikan perlu di coba dulu dengan kolam terpal. Ini utntuk menekan biaya. Sebab hanya dengan membuat kolam terpal ukuran 4 m x 8 m (luas kolam 32 m2) dan kedalaman air kurang lebih 90 cm, anda sudah punya kolam ikan sendiri.

Baiklah berikut ini adalah cara membuat kolam terpal untuk budidaya ikan :

Lahan / Lokasi:

Usahakan lahan yang sedikit rindang, artinya jangan di bawah podon secara langsung tapi juga jangan di tempat terbuka. Jika anda kesulitan anda bisa mensiasati dengan memberi payon atau sejenis atap yang menutupi sebagian kolam. Jadi posisi kolam sebagian terkena sinar matahari dan sebagian di tutupi oleh atap.

Bahan:

  • 1. Terpal (standar untuk kolam) lebar 6 x 10 m.
  • 2. Sekam kurang lebih 3 kubik.
  • 3. Batako/bata merah.

Cara Pembuatan:

  1. 1. Cari posisi tanah yang langsung kena sinar matahari, minimal luas tanah 32 m2,
  2. 2. Gali tanah dengan luas 32 m2 dengan kedalaman kurang lebih 50 cm,
  3. 3. Tanah hasil galian tersebut digunakan untuk tanggul setinggi kurang lebih 40 cm,
  4. 4. Padatkan supaya tanggul tersebut kuat serta permukaan tanggul diberi batako/bata merah,
  5. 5. Selanjutnya dasar kolam diberi sekam setinggi kurang lebih 10 cm,
  6. 6. Terpal siap di pasang dan diisi air.

Kamis, 29 Maret 2012

Teknik Pemijahan Ikan Lele I

Menyiapkan Media Pemijahan

  1. Menyiapkan bak pemijahan, Bak yang dipergunakan cukup dengan ukuran 2 x 3 m dengan dalam bak 1 m. Bak dicuci dengan larutan permangkanat dosis 1 sendok teh dicampur dengan 3 liter air atau 5 gr / m3 air.
  2. Menyiapkan Kakaban, terbuat dari ijuk yang dibingkai dengan bambu.
  3. Menyiapkan Air Pemijahan, bak pemijahan diisi dengan air setinggi 40 cm. Air yang digunakan adalah air dari PDAM.
  4. Menyiapkan Induk Lele

    I. Merawat Induk Lele

    Induk lele yang akan dipijahkan harus diberikan pakan yang baik agar dapat menghasitkan benih yang baik. Induk lele setiap hari diberikan pakan daging bekicot atau ikan rucah. Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore dengan dosis 10% dari berat badan. Bak penampungan induk dekat dengan bak pemijahan agar menangkapnya mudah. Sebaiknya induk jantan dan betina ditempatkan secara terpisah. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, perawatan induk-induk dilakukan secara terpisah.

    II. Memilih Induk Lele siap Pijah

    Ciri-ciri induk betina siap pijah adalah :

    • Bagian perut membesar dan lunak kalau diraba,
    • Dubur terlihat merah dan lubang pengeluaran telur lunak melebar,
    • Membuat gerakan mondar-mandir,
    • Bagian dubur merah dan lunak dan kalau diurut dari arah perut akan keluar cairan putih atau sperma.

    III. Memijahkan Lele

    1. Isi bak pemijahan dengan air setinggi 40 cm.
    2. Pasang kakaban hingga menutupi 80% permukaan air. Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan perbandingan 1 betina dan 2 jantan.
    3. Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran antara induk betina dan jantan mengitari kakaban.
    4. Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan kakaban.

    IV. Menetaskan Telur

    1. Menyiapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih dahulu bak-bak dengan permangkanat.
    2. Isi air penetasan setinggi 40 cm, pindahkan / angkat kakaban masukan kedalam bak yang sudah disiapkan.
    3. Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan telur-telur tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas sampai 35 jam. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan transparan dan kalau dilihat dengan microskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak akan menetas serta akan membusuk. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk.

    V. Pemeliharaan Larva

    1. Menyiapkan bak untuk budidaya pakan alami berupa dapnia atau cacing rambut. Cacing rambut banyak dijual di kios-kios pedagang ikan hias.
    2. Setelah telur lebih dari 48 jam dan sudah terlihat banyak yang menetas maka kakaban diangkat secara hati- hati.
    3. Merawat larva, larva yang baru beberapa hari menetas kondisinya masih sangat lemah. Larva in tidak memerlukan pakan tambahan sampai menunggu kandungan kuning telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah menetas 7 hari. Untuk menjaga mortalitas yang tinggi pertu dipasang aerasi.
    4. Memberi pakan larva. Setetah kandungan 7 hari, kandungan kuning telur yang asd sudah habis dan harus segera diberi pakan tambahan dari luar. Pakan pertama dapat diberikan kuning telur yang diblender setiap pagi dan sore sebanyak satu butir per 5000 ekor. Pemberian pakan cacing rambut dapat diberikan setelah 11 hari dan juga dapnia.


MEMANEN BENIH LELE

Panen benih lele bukan merupakan kegiatan akhir dari kegiatan budidaya. Pemungutan hasil pertama dilakukan setelah benih berumur 17 sampai 21 hari (panjang t 2,5 cm). Pada ukuran tersebut benih lele sudah bisa ditebar pada petak pembesaran secara langsung atau ditebar pada tempat penampungan sambil menunggu pembeli.

ALAT BAHAN PEMANEN

Alat berupa seser, ember, waring, kantong plastik, tali karet, tabung udara, mangkok kecil. Perhitungan hasil biasanya dilakukan secara manual. Untuk memperoleh benih yang seragam digunakan ember plastik yang berlubang-lubang.

Kolam Ikan

Macam Kolam (Kolam Induk, Kolam Pemijahan, Kolam Penetasan, Kolam Pembesaran / Pendederan)

Masukkan air sampai setinggi 90% ketinggian air pada kolam dan berikan cacahan daun pepaya, pohon pepaya dan gedhebok pisang sampai berbau dan berwarna merah kecoklatan, untuk menghilangkan kimia bahan semen pada kolam tembok selama  10 hari, setelah itu dibuang / dikuras airnya dan bersihkan / sikat kolam tembok sampai bersih. Dan Keringkan selama 2-3 hari baru bisa disi air kembali dan siap digunakan untuk pemijahan,  penetasan, atau pemeliharaan larva.

Persiapan Pemijahan

  1. Cari induk betina dan jantan yang siap pijah / kawin (matang Gonad) usia diatas 1 tahun, bobot 1-2 Kg.
  2. Tanda-tanda induk betina siap pijah yaitu perut membuncit, dan kalau dipegang sangat lembek, warna dada biru keunguan dan kasar serta alat kelamin berwarna ungu, dan gerakannya sangat lambat dan apabila dipegang kedua kalinya diam.
  3. Untuk pejantan cari yang alat kelaminnya panjang dengan ujung lancip dan berwarna merah serta siri lebar dan bentuknya tubuhnya bulat dan panjang.
  4. Usahan ukuran antara induk betina dan jantan, sedikit lebih besar yang jantan atau hanpir sama.
  5. Masukkan sore hari jam 17.00 WIB pada kolam pemijahan dengan ketinggian air 20-25 cm yang sudah disiapkan 1 hari sebelumnya yang sudah disertakan kakaban dari bahan ijuk yang dirakit tipis-tipis dan menutupi 80% luas kolam. Sterilkan dulu Kakaban dan kolam air pemijahan.
  6. Pada Pagi hari jam 5.00 induk betina dan jantan diankat dan masukkan pada kolam induk, dan kakaban tetap pada kolam pemijahan atau kakaban yang sudah ditempeli telur dipindahkan ke kolam penetasan yang sudah disiapkan air sehari sebelumnya dan sudah diberi Cut Fish.

Penetasan dan Pemeliharaan Larva

  1. Hari Pertama Menetas sampai hari ke 22 pemberian aerator danpenggantian air setiap hari pada pagi hari jam 7.00 WIB dengan membuang air dulu sampai tinggal 20% dengan ketinggian air 15 – 20 cm, setelah air cukup diberikan Cut Fish 2 tutup botol setiap hari setelah penggantian air. Untuk sore hari jam 18.00 sampai jam 6.00 Pagi hari kalau bisa diberikan hitter sebagai penghangat suhu antara 28-30◦c.
  2. Hari ke 4-5 ditandai dengan larva sudah menyebar ke seluruh kolam ini baru diberikan pakan cacing sutera selama 10 hari (hari ke 5-14).
  3. Hari ke 14 mulai dilatih dengan pelet UB dengan cara dimasukkan air hangat dengan diberi Probiotik Raja Lele terus diremas-remas dan dikepal-kepal kemudian dibentuk butiran sebesar Sanghai / Neker baru diberikan ke kolam dengan porsi secukupnya, dengan catatan pemberian cacing sutera porsi mulai dikurangi selama 5 Hari (hari 15-20), misal dari 5 takar kurangi setiap hari 1 takar hingga 4-3-2-1-0.
  4. Pada Hari ke 20 dilakukan penyortiran / serit ukuran 1 dan 2 dan yang besar sudah bisa diberikan pakan pelet ukuran m-1 tetap dengan diberikan air hangat atau direndam dengan tambahan Probiotik Raja Lele.

Penanggulangan penyakit:

  1. Apabila anakan lele mengambang / dangak (bahasa jawa) bisa diperikan obat PK (kuning) secukupnya.
  2. Apabila anakan lele mengambang / dangak dan kembung bisa diperikan obat super tetra 2 kapsul  ditebarkan atau blenderkan daun pepaya satu ukuran blender dan taburkan.
  3. Apabila anakan lele mengambang dan mulutnya merah-merah dan timbul bintik putih gunakan garam grasak yang sudah dicampur dengan air kemudian masukkan pada kolam.
  4. Pada saat dalam keadaan sakit hanya diberikan cara a-c dan jangan diberikan makan apapun sampai ikan sehat kembali. Dan pada saat ini aerator dan hitter harus digunakan secara terus menerus sampai ikan sehat kembali.

Pembuatan obat herbal:

  1. Bahan jahe, kencur, kunir, temulawak, bawang putih, garam, gula, daun pepaya, dauh sirih, daun sirsat.
  2. Caranya semua ditumbuk halus, kemudian di masak sampai mendidih dan didinginkan, dipermentasi sampai 4-5 hari.
  3. Pemberiannya campurkan pada pelet dan diremas-remas, dikepal-kepal dan digelintir untuk ikan yang masih kecil, dan untuk yang sudah berusaia diatas 22 hari bisa cicampurkan pelet m-1 dan m-2 dan seterusnya sesuai ukuran anakan lele sampai usia 2 bulan.

Pencegahan Penyakit Ikan

Pada prinsipnya pencegahan dapat ditinjau berbagai pendekatan lingkungan, inang dan pathogen.

Pendekatan lingkungan

Dilakukan dengan menjaga kualitas air supaya tetap mendukung bagi kehidupan ikan, menjaga wadah budidaya tetap bersih dan sehat dan menghindari pengggantian air yang mendadak sehingga tidak menyebabkan ikan menjadi stress. Selain itu penggunaan probiotik/bioremediasi kini sudah banyak dilaksanakan.

Pendekatan inang

Dilakukan dengan cara penanganan ikan yang baik/tidak kasar, sehingga tidak mengakibatkan ikan menjadi luka/lecet dan tidak stress, pengaturan kepadatan ikan yang disesuaikan dengan ukuran ikan dan daya dukung lahan, pemberian pakan yang tepat mutu (mengandung bahan nutrisi yang diperlukan oleh ikan). Pakan yang diberikan harus sesuai dengan ukuran bukaan mulut ikan (tepat ukuran). Selain itu pemberian pakan harus tepat waktu pemberian artinya kapan waktu yang tepat untuk memberi pakan. Misalnya untuk ikan yang sifatnya nocturnal (misalnya ikan Lele) pakan porsi terbanyak sebaiknya diberikan pada waktu sore atau malam hari. Sedangkan bagi ikan yang non-nocturnal maka pakan bisa diberikan pagi, siang dan sedikit pada waktu sore hari. Guna menjaga kesehatan ikan juga dapat dilakukan dengan menimbulkan kekebalan ikan. Kekebalan pada ikan dapat dibedakan menjadi kekebalan yang specific (humoral) dan kekebalan non-specific (selular/cell-mediated immunity). Kekebalan spesifik artinya kekebalan yang dibentuk hanya efektif untuk mencegah terhadap suatu patogen tertentu. Misalnya pemberian vaksin anti Vibrio pada ikan maka kekebalan yang terbentuk hanya mampu untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Vibrio sp. Sedang kekebalan yang non-spesific adalah kekebalan yang dibentuk untuk sebagai anti dari berbagai infeksi. Kekebalan seperti ini biasa diproduksi dengan cara pemberian immunomodulator yaitu antara lain Vitamin C, Lypopolysaccharide (LPS), dan ?- glucan.

Pendekatan patogen

Pada prinsipnya kita menjaga supaya virulensi patogen tidak meningkat. Virulensi patogen biasanya berkaitan erat dengan makin memburuknya lingkungan dan juga dengan derajat stres dari inangnya. Jadi supaya patogen tidak meningkat patogenitasnya kita harus menjaga agar kondisi lingkungan tidak semakin buruk dan menjaga agar inang tetap dalam keadaan kondisi yang prima. Kondisi lingkungan yang makin buruk akan memacu perkembangan patogen lebih meningkat.

Pada intinya, mencegah penyakit dapat dilakukan melalui: a). Manajemen Budidaya secara menyeluruh, termasuk di dalamnya penerapan padat tebar yang disesuaikan dengan daya dukung lahan, melaksanakan, b). Manajemen lingkungan dan c). Manajemen pakan. Manajemen lingkungan yang dimaksud adalah menjaga lingkungan perairan supaya selalu berada dalam kondisi yang kondusif bagi kehidupan ikan dan tidak banyak menimbulkan tekanan. Pakan yang diberikan pada ikan harus tepat mutu, tepat jumlah, tepat waktu pemberian dan tepat ukuran.

Managemen Kesehatan dan Linkungan

Kegiatan budidaya lele sangkuriang di tingkat pembenih/pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembenihan, penyakit banyak ditimbulkan oleh adanya serangan organisme pathogen sedangkan pada kegiatan pembesaran, penyakit biasanya terjadi akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan.

Kegagalan pada kegiatan pembenihan ikan lele dapat diakibatkan oleh serangan organisme predator (hama) ataupun organisme pathogen (penyakit). Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain insekta, ular, atau belut. Serangan lebih banyak terjadi bila pendederan benih dilakukan di kolam tanah dengan menggunakan pupuk kandang. Sedangkan organisme pathogen yang lebih sering menyerang adalah Ichthiopthirius sp, Trichodina sp, Dacttylogyrus sp, dan Aeromonas hydrophyla.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan kolam di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan manajemen lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Bila serangan sudah terjadi,benih harus dipanen untuk diobati. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

Manajemen lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam dan tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disinfeksi (bila diperlukan), pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan probiotik.

Teknik Pemijahan Ikan Lele II

Pematangan Gonad

Pematangan gonad lele dilakukan di kolam tanah. Caranya, siapkan kolam ukuran 50 m2, keringkan selama 2-4 hari dan perbaiki seluruh bagian kolam, isi air setinggi 50-70 cm dan alirkan secara kontinyu, masukkan 300 ekor induk ukuran 0,7-1,0 kg, beri pakan tambahan berupa pellet khusus lele dumbo sebanyak 3% setiap hari.

Catatan: induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Pematangan di bak

Pematangan gonad juga bisa dilakukan di bak. Caranya, siapkan baktembok ukuran panjang 8m, lebar 4m dan tinggi 1m; keringkan selama 2-4 hari, isi air setinggi 80-100 cm dan alirkan secara kontinyu, masukkan 100 ekor induk, beri pakan tambahan (pellet) sebanyak 3 persen/hari.

Catatan: induk jantan dan betina dipelihara terpisah.

Seleksi

Seleksi induk lele dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh.

Tanda induk betina yang matang gonad:

  • perut gendut dan tubuh agak kusam
  • gerakan lamban dan punya dua lubang kelamin
  • satu lubang telur satu lubang kencing
  • alat kelamin kemerahan dan agak membengkak
  • Tanda induk jantan yang matang gonad:
  • gerakan lincah, tubuh memerah dan bercahaya
  • punya satu lubang kelamin yang memanjang, kemerahan, agak membengkak dan berbintik putih.

Pemijahan dan Pemeliharaan Larva

Pemijahan ikan lele dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu: pemijahan alami (natural spawning), pemijahan semi alami (induced spawning) dan pemijahan buatan (induced artificial breeding). Pemijahan alami dilakukan dengan cara memilih induk jantan dan betina yang benar-benar matang gonad kemudian dipijahkan secara alami di bak/wadah pemijahan dengan pemberian kakaban. Pemijahan semi alami dilakukan dengan cara merangsang induk betina dengan penyuntikan hormon perangsang kemudian dipijahkan secara alami. Pemijahan buatan dilakukan dengan cara merangsang induk betina dengan penyuntikkan hormon perangsang kemudian dipijahkan secara buatan.

A. Pemijahan Alami

  • Siapkan bak berukuran panjang 2m, lebr 1m, dan tinggi 0,4 m
  • Keringkan selama 2-4 hari
  • Isi air setinggi 30 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan
  • Pasang hapa halus seusai ukuran bak
  • Masukkan ijuk secukupnya
  • Masukkan 1 ekor induk betina yang sudah matang gonad pada siang atau sore hari
  • Masukkan pula 1 ekor induk jantan
  • Biarkan memijah
  • Esok harinya tangkap kedua induk dan biarkan telur menetas di tempat itu.

Hasil pemijahan alami lele biasanya kurang memuaskan. Jumlah telur yang keluar tidak banyak.

B. Pemijahan Semi Alami

  • Perbandingan induk jantan dan betina 1:1 baik jumlah maupun berat
  • Penyuntikkan langkahnya sama dengan pemijahan buatan
  • Pemijahan langkahnya sama dengan pemijahan alami

C. Pemijahan Buatan

Pemijahan buatan memerlukan keahlian khusus. Dua langkah kerja yang harus dilakukan dalam sistem ini adalah penyuntikkan, pengambilan sperma dan pengeluaran telur.

Penyuntikkan dengan ovaprim

Penyuntikkan adalah kegiatan memasukkan hormon perangsang ke tubuh induk betina. Hormon perangsang yang digunakan adalah ovaprim. Caranya, siapkan induk betina yang sudah matang gonad; sedot 0,3 mil ovaprim untuk setiap kilogram induk; suntikkan ke dalam tubuh induk tersebut; masukkan induk yang sudah disuntik ke dalam bak lain dan biarkan selama 10 jam.

Penyuntikkan dengan hypofisa

Penyuntikkan bisa juga dengan ekstrak kelenjar hypofisa ikan mas atau lele dumbo. Caranya siapkan induk betina yang sudah matang gonad ; siapkan 1,5 kgikan mas ukuran 0,5 kg; potong ikan mas tersebut secara vertikal tepat di belakang tutup insang; potong bagian kepala secara horizontal tepat dibawah mata; buang bagian otak; ambil kelenjar hypofisa; masukkan ke dalam gelas penggerus dan hancurkan; masukkan 1 cc aquabides dan aduk hingga rata; sedot larutan hypofisa itu; suntikkan ke dalam tubuh induk betina; masukkan induk yang sudah disuntik ke bak lain dan biarkan selama 10 jam.

Pengambilan Sperma

Setengah jam sebelum pengeluaran tleur; sperma harus disiapkan. Caranya:

  1. Tangkap induk jantan yang sudah matang kelamin
  2. Potong secara vertikal tepat di belakang tutup insang
  3. Keluarkan darahnya
  4. Gunting kulit perutnya mulai dari anus hingga belakang insang
  5. Buang organ lain di dalam perut
  6. Ambil kantung sperma
  7. Bersihkan kantung sperma dengan tisu hingga kering
  8. Hancurkan kantung sperma dangan cara menggunting bagian yang paling banyak
  9. Peras spermanya agar keluar dan masukkan ke dalam cangkir yang telah diisi 50 ml (setengah gelas) aquabides
  10. Aduk hingga homogen.

Pengeluaran Telur

Pengeluaran telur dilakukan setelah 10 jam dari peyuntikkan, namun 9 jam sebelumnya diadakan pengecekkan.

Cara pengeluaran telur:

  1. Siapkan 3 buah baskom plastik, 1 botol Natrium Chlorida (infus), sebuah bulu ayam, kain lap dan tisu
  2. Tangkap induk dengan sekup net
  3. Keringkan tubuh induk dengan lap
  4. Bungkus induk dengan lap dan biarkan lubang telur terbuka
  5. Pegang bagian kepala oleh satu orang dan pegang bagian ekor oleh yang lainnya
  6. Pijit bagian perut ke arah lubang telur
  7. Tampung telur dalam baskom plastic
  8. Campurkan larutan sperma ke dalam telur
  9. Aduk hingga rata dengan bulu ayam
  10. Tambahkan Natrium Chlorida dan aduk hingga rata
  11. Buang cairan itu agar telur-telur bersih dari darah
  12. Telus siap ditetaskan.

Penetasan

Penetasan lele dimasukkan ke dalam bak tembok. Caranya:

  1. Siapkan sebuah bak tembok ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 0,4 m
  2. Keringkan selama 2-4 hari
  3. Isi bak tersebut dengan air setinggi 30 cm dan biarkan air mengalir selama penetasan
  4. Pasang hapa halus yang ukurannya sama dengan bak
  5. Beri pemberat agar hapa tenggelam (misalnya kawat behel yang diberi selang atau apa saja
  6. Tebarkan telur hingga merata ke seluruh permukaan hapa
  7. Biarkan telur menetas dalam 2-3 hari.

Penetasan telur sebaiknya dilakukan pada air yang mengalir untuk menjamin ketersediaan oksigen terlarut dan penggantian air yang kotor akibat pembusukan telur yang tidak terbuahi. Peningkatan oksigen terlarut dapat pula diupayakan dengan pemberian aerasi.

Telur lele menetas 30-36 jam setelah pembuahan pada suhu 22-250C. Larva lele yang baru menetas memiliki cadangan makanan berupa kantung telur (yolksack) yang akan diserap sebagai sumber makanan bagi larva sehingga tidak perlu diberi pakan. Penetasan telur dan penyerapan yolksack akan lebih cepat terjadi pada suhu yang lebih tinggi. Pemeliharaan larva dilakukan dalam hapa penetasan. Pakan dapat mulai diberikan setelah larva berumur 4-5 hari atau ketika larva sudah dapat berenang dan berwarna hitam.

Larva Kumbang Pisang untuk Pakan Ikan Lele

Kumbang Pisang adalah Hama yang menyerang Batang Pisang. Batang pisang yang terkena serangan ini akan mengalami busuk batang dan lama kelamaan akan tumbang/mati. Namun dari sini kita dapat mengambil manfaat apabila kita dapat menghasilkan Larva Batang Pisang yang bisa dimanfaatkan sebagai Pakan Alami yang kaya Protein buat Budidaya Ikan.

Cara Praktis pembuatannya adalah:

Kumpulkan batang pisang yang banyak tersedia di sekitar kita. Biasanya banyak batang pisang yg dibiarkan membusuk setelah buah pisangnya dipanen.
Potong batang pisang itu dengan menggunakan gergaji karena lebih mudah memotongnya dibandingkan menggunakan Golok.

Susun batang pisang tersebut di suatu tempat dan busukkan. Untuk mempercepat pembusukan gunakan Prebotik yang mengandung mikroba pengurai. Banyak Prebiotik yg ditawarkan, perhatikan saja Brosur dan konten isinya dan lihat manfaat Mikrobanya. Siram Prebiotik yang telah dicampur dengan air setiap hari seperti kita menyiram bunga di halaman.Batang pisang yang membusuk akan mengundang Kumbang batang pisang untuk meletakkan telurnya di dalam batang pisang. Cirinya adalah batang pisang akan terlihat bolong-bolong tanda Kumbang tersebut telah masuk dan meletakkan telur.Setelah 1 bulan, batang pisang yg telah membusuk dimasukkan ke dalam kolam kosong yang telah ada airnya dan telah diberikan prebiotik.

Biasanya setelah 2 minggu akan terlihat Larva Kumbang Pisang baik yang ukurannya masih kecil atau yang sudah besar (dewasa).Bentuk Larva tersebut berwarna putih, lembut, bisa sebesar jari kelingking dan ada ekor yang lebih panjang dari badannya.

Setelah Larva tersebut dewasa, bisa diberikan langsung dalam keadaan hidup-hidup sebagai pakan ikan alami berprotein tinggi.

Protein Larva tersebut antara 25% - 45% (Wikipedia:2011).

Ada 2 cara pemberian Pakan alami Larva batang pisang:

Kolam yang telah berisi penuh Larva batang pisang tersebut ditebar ikan dan ikan akan berpesta. Angkat batang pisang yang di dalamnya banyak Larva ke dalam kolam ikan. Setelah Larva terlihat habis dimakan, batang pisang kembalikan ke dalam kolam kosong agar Kumbang dapat meletakkan telurnya kembali dan siklus berulang dari awal.

Salah Satu Cara Mempercepat Pertumbuhan Ikan Lele

Keong Mas (pomacea canaliculata) adalah siput sawah dengan warna cangkang keemasan kadang dianggap hama tetapi berprotein tinggi.

Kandungan Gizi Keong, menurut Dr Ir Sulistiono, MSc, Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) (harian Pelita, Jum’at,13/4), kandungan gizi keong mas diketahui mengandung asam omega 3, 6 dan 9. Dari hasil uji proksimat, kandungan protein pada keong mas berkisar antara 16 hingga 50 persen.

Selain banyak mengandung protein, hewan dari keluarga moluska ini juga kaya akan kalsium. Penggunaan keong mas untuk pakan itik terbukti mampu menaikkan hasil telur hingga 80 persen. Pemberian pakan sekitar 4,5 persen tepung keong mas pada peternakan sapi potong juga memberikan hasil pertumbuhan yang cukup baik dan tingkat keuntungan paling tinggi dibandingkan pemberian pakan lain.

Sebagai pakan ikan, penggantian kandungan tepung ikan menjadi tepung keong mas sebanyak 25 hingga 75 persen memberikan pengaruh cukup baik terhadap laju pertumbuhan harian individu, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak. Keong mas juga berperan sebagai pengendali keong lain jenis Bulinus sp dan Biophalaria sp yang merupakan inang perantara parasit trematoda yang menyebabkan penyakit gatal-gatal dan schistosomiasis yang telah menginfeksi lebih dari 200 juta penduduk tropis.

Selain uraian di atas, keong mas yang selama ini dianggap hama yang merusak padi ternyata bisa di manfaatkan untuk mengkondisikan kolam ikan lele, terutama untuk kolam pembesaran.

Beberapa manfaat keongmas diantaranya:

  • Untuk membuat mikroorganisme lokal starter,
  • Untuk campuran pakan buatan.

Manfaat MOL nya adalah:

  • Untuk mempercepat pengomposan pada media kolam ikan,
  • Mempercepat tumbuhnya plankton dan memperbaiki kondisi air kolam sehingga kandungan oksigen terlarut lebih maksimal.

Beberapa bahan tambahan bisa di campurkan ke dalam MOL keongmas yaitu, NPK dari bahan tumbuh tumbuhan sperti batang pisan dan sabut kelapa dengan cara di fermentasi terlebih dahulu. Cara membuat fermentasi batang pisang dan sabut kelapa cukup mudah yaitu dengan cara di rendam selama satu minggu, setelah fermentasi selesai di lakukan maka larutan siap di gunakan untuk di campurkan pada air kolam.

Manfaat fermentasi keongmas mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan air kolam dilakukan pada saat olah lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam/di campurkan pada waktu pemasukan air baru (kolam terpal) atau sekurang-kurangnya setiap 5 hari sekali.

Abon Ikan Lele

Abon lele merupakan salah satu bentuk produk olahan dan awetan ikan. Pembuatan abon biasanya dilandasi adanya produk yang melimpah atau ikan kurang diminati jika dikonsumsi langsung. Pengolahan ikan menjadi abon dapat dilakukan untuk memberi rasa pada produk lain yang tidak memiliki nilai jual.

I. Bahan-bahan:

  • Ikan lele 5 kg
  • Gula merah 200g
  • Kelapa 7 butir
  • Bawang merah 200g
  • Bawang putih 100g
  • Ketumbar 40g
  • Cabai merah 50g
  • Minyak goreng secukupnya

II. Peralatan:

  • Kompor
  • Blender
  • Alat pengepres
  • Timbagan
  • Wajan pengorengan
  • Panci
  • Parutan
  • Talenan
  • Pisau
  • Baskom
  • Penumbuk

III. Cara Membuat:

  1. Bersihkan ikan lele dari sirip, patil dan isi perutnya, lalu cuci bersih.
  2. Kukus ikan lele hingga matang, kemudian dinginkan.
  3. Hancurkan dagingnya dengan gilingan daging.
  4. Haluskan bumbu yang telah disiapkan, lalu tumis hingga wangi.
  5. Masukan daging ikan lele yang telah dihancurkan dan tambahkan santan kental.
  6. Goreng campuran bahan tersebut hingga berwarna cokelat tua.
  7. Tiriskan lalu pres hasil gorengan untuk mengeluarkan minyaknya.
  8. Dingingkan hasil pres
  9. Abon ikan lele siap dikemas dan dijual.

Nugget Ikan Lele

Nugget ikan merupakan makanan ringan (snack food) yang dapat berfungsi sebagai lauk siap saji. Nugget ikan dilapisi dengan tepung dan ukurannya kecil. Nugget merupakan makanan yang disukai anak-anak maupun orang dewasa karena rasanya yang mengundang selera.

I. Bahan-Bahan:

  • Ikan lele 250 g
  • Telur 1 butir
  • Tepung roti 25 g
  • Bawang putih 2 siung
  • Keju 50 g
  • Kecap 1 sendok makan
  • Minyak goreng secukupnya
  • Bahan pencelup sebelum digoreng o Tepung roti 25 g
  • Telur 1 butir

II. Peralatan:

  • Kompor
  • Gilingan daging
  • Penumbuk
  • Dandang
  • Baskom plastik
  • Pisau
  • Wajan

III. Cara Membuat:

  1. Bersihkan ikan dari sirip, tulang dan bagian lain yang tidak diinginkan lalu cuci hingga bersih

  2. Haluskan daging dengan gilingan daging atau penumbuk.
  3. Campur daging hasil gilingan dengan seluruh bah an, lalu uleni hingga merata.
  4. Masukkan adonan ke dalam dandang dan kukus szelama 25 menit, lalu dinginkan
  5. Potong-potong adonan sesuai dengan selera
  6. Celupkan potongan adonan ke dalam telur, kemudian gulingkan ke tepung roti beberapa kali.
  7. Goreng potongan adonan sampai kering
  8. Nugget siap dikemas atau dimakan.

Kerupuk Ikan Lele

Kerupuk ikan termasuk produk yang banyak disukai karena rasanya enak, renyah, tahan lama, mudah dibawa dan disimpan serta dapat dinikmati kapan saja. Pembuatan kerupuk ikan lele mudah dilakukan dan murah biayanya.

I. Bahan-Bahan:

  • Daging ikan lele tanpa tulang 500g
  • Tepung tapioka 500g
  • Minyak goreng secukupnya
  • Air 100 ml
  • Gula secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Telur bebek 2 butir- Plastik pembungkus
  • Tali karet atau benang

II. Peralatan:

  • Kompor
  • Dandang
  • Gilingan daging- Penumbuk
  • Baskom plastik
  • Pisau
  • Talenan

III. Cara Membuat:

  1. Bersihkan ikan lele dari sirip, patil dan isi perutnya lalu cuci bersih.
  2. Kukus ikan lele hingga matang, kemudian dinginkan
  3. Haluskan daging dengan gilingan daging atau tumbuk
  4. Campurkan tepung tapioka dengan air sedikit demi sedikit, lalu masukkan daging ikan Lele halus, gula, garam, dan telur bebek.
  5. Aduk dan uleni campuran bahan tersebut hingga kalis.
  6. Masukkan adonan yang telah dibungkus plastik hingga matang lalu angkat dan diinginkan.
  7. Iris tipis adonan yang telah dikukus, lalu jemur hingga kering dengan menggunakan sinar matahari/mesin pengering.
  8. Kerupuk lele kering siap dikemas dan dijual mentah.

Kandungan Gizi pada Ikan Lele

Ikan Lele yang memiliki nama latin Clarias batrachurs, L disukai dan digemari oleh banyak orang. Namun, tidak semua orang yang menyukai lele dengan alasan ikan lele menyukai makanan busuk yang berprotein dan kotoran yang berasal dari kakus. Padahal ikan lele memiliki kandungan gizi yang tinggi. Berikut nilai dan kandungan gizi yang terdapat pada 100 gr ikan lele:

Kandungan gizi yang terkandung pada lele memiliki peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh dan apabila jenis gizi tersebut tidak terpenuhi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, diantaranya adalah:

NO Jenis Zat Gizi Bagian ikan yang dapat dimakan Ikan segar utuh
1 Kadar air (%) 78.5 47.1
2 Sumber Energi (cal) 90 54
3 Protein (gr) 18.7 11.2
4 Lemak (gr) 1.1 0.7
5 Kalsium (Ca) (mgr) 15 9
6 Posfor (P) (mgr) 260 156
7 Zat besi( Fe) (mgr) 2 1.2
8 Natrium (mgr) 150 90
9 Tiamin ( Vit B1) 0.1 0.06
10 Riboflavin (Vit B2) (mgr) 0.05 0.03
11 NiaSin (mgr) 2.0 1.2

Sumber: FAO,1972

  1. Sumber energi
    Kekurangan sumber energi dapat membuat tubuh lemas dan mengakibatkan akivitas manusia tersebut terhenti sehingga menjadi tidak produktif.
  2. Protein
    Kekurangan protein dapat menyebabkan kerontokan rambut, kuku yang tidak sehat, serta gangguan pertumbuhan.
  3. Lemak
    Lemak merupakan sumber asam lemak esensial. Kekurangan lemak dapat menimbulkan gangguan saraf dan penglihatan, kegagalan reproduksi serta gangguan pada kulit, hati, dan ginjal.
  4. Kalsium (Ca)
    Kalsium banyak terdapat pada ikan, termasuk juga ikan lele. Kekurangan kalsium (Ca) dapat menyebabkan pelunakan tulang dan pertumbuhan tulang yang tidak sempurna.
  5. Fosfor (P)
    Kekurangan fosfor dapat menyebabkan radang gusi dan kerusakan gigi. Fosfor juga mempengaruhi pertuumbuhan tulang.
  6. Zat besi (Fe)
    Kekurangan zat besi dapat mngakitbatkan penyakit anemia. Ciri-ciri orang yang kekurangan zat besi adalah pusing, suhu tubuh dingin, mudah keletihan, tidak bergairah dan pucat.
  7. Natrium
    Hal yang terjadi pada tubuh yang kurangan natrium adalah volume darah menurun yang membuat tekanan darah menurun, pusing, kadang disertai dengan kram otot, lemas, lelah, dan kehilangan selera makan.
  8. Tiamin (B1)
    Tiamin merupakan suatu koenzim. Kekurangan tiamin (Vit B1) dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tepi atau lesi pada saraf pusat dan dapat mengakibatkan penyakit beri-beri.
  9. Riboflavin (B2)
    Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan lesi pada mulut, bibir dan lidah.
  10. Niasin
    Kekurangan niasin dapat menyebabkan sindrom defisiensi pelagra yang ditandai dengan penurunan berat badan, gangguan pencernaan, dermatitis serta depresi.

Berdasarkan uraian diatas, jelaslah bahwa tubuh manusia membutuhkan zat-zat yang terkandung pada ikan lele. Meskipun ikan lele hidup ditempat yang kotor, namun ikan lele memiliki kandungan gizi yang baik. Ikan lele tidak memiliki sisik, memudahkan pengolahan ikan lele agar layak untuk dikonsumsi. Pada saat sekarang ini, banyak ditemukan pedagang ikan lele yang telah mengolah ikan lele dengan baik, sehingga rasa ikan lele menjadi gurih dan enak.

Ikan lele dapat bertahan hidup lebih lama, perkembangbiakan ikan lele yang tidak terlalu sulit, kandungan gizi yang terdapat pada ikan lele serta rasa ikan lele yang enak seharusnya dapat menjadi daya tarik untuk berbisnis ikan lele dan pembudidayaannya.


Sumber@ Ditjen Perikanan Budidaya

Lele Bakar Tomat Hijau

Bahan-Bahan:

  • 3 ekor lele segar
  • 200 ml santan kental

Bumbu:

  • 3 sendok makan air jeruk nipis
  • 4 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 2 buah cabai merah
  • 1 sendok teh terasi (digoreng)
  • 1 ruas jahe
  • 3 buah tomat hijau (dipotong kasar)
  • 25 cm serai
  • 3 lembar daun jeruk purut
  • 1 sendok teh gula merah
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya

Cara Mengolah:

  1. Lele dibuang isi perutnya, dicuci dan dilumuri dengan garam dan air jeruk. Biarkan selama 15 menit.
  2. Bakar lele di atas bara api dengan api sedang, usahakan jangan sampai hangus. Angkat, potong jadi 2 bagian.
  3. Bawang merah, bawang putih, cabai merah, terasi, jahe dihaluskan. Tumis sampai aromanya sedap. Masukkan tomat, serai, dan daun jeruk.
  4. Masukkan ikan lele, tuang santan kental dan tambahkan dengan garam dan gula merah. Masak sampai matang.
  5. Angkat dan hidangkan.

Pepes Lele Kelapa Muda

Bahan-Bahan:

  • 2 ekor lele segar
  • 2 sendok makan air jeruk nipis
  • 3 buah bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 3 buah cabai merah
  • 4 butir kemiri
  • 1 ruas jahe
  • 150gram parutan kelapa muda
  • 1 batang serai
  • 5 buah belimbing wuluh
  • Garam secukupnya
  • Daun pisang secukupnya
  • Daun kemangi secukupnya

Cara Mengolah:

  1. Lele dibuang isi perut dan kepala nya. Cuci bersih. Setiap lele dipotong menjadi 3. Selanjutnya lumuri dengan air jeruk nipis dan garam. Biarkan beberapa saat agar bau amis lenyap.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, dan jahe. Sangrai hingga bau harum.
  3. Kelapa parut disangrai sejenak, tambahkan bumbu yang sudah disangrai tadi, masukkan garam. Aduk sampai rata, dan bagi rata menjadi beberapa bagian.
  4. Serai dipotong menjadi 5 bagian. Belah belimbing wuluh menjadi 2.
  5. Ambil daun pisang, letakkan satu bagian campuran kelapa parut dan bumbu, taruh 2 potong lele, sepotong serai, 2 potong belimbing wuluh, dan 1 lembar daun kemangi.
  6. Bungkus daun pisang dan semat ujungnya dengan lidi. Kukus hingga matang.
  7. Angkat dan hidangkan.

Lele Goreng Bumbu Bali

Bahan-bahan:

  • 10 ekor ikan lele
  • 4 cm lengkuas dimemarkan
  • 4 cm jahe, dimemarkan
  • 3 buah tomat, dicincang kasar
  • Garam dan gula pasir secukupnya
  • 150 ml air
  • 3 sendok makan minyak goreng

Bumbu halus:

  • 10 siung bawang putih
  • 7 siung bawang merah
  • 20 buah cabai merah besar

Cara Membuat:

  1. Lumuri ikan lele dengan garam, diamkan 15 menit.
  2. Goreng ikan lele hingga matang. Angkat, tiriskan.
  3. Panaskan 3 sendok makan minyak, tumis bumbu halus, lengkuas, jahe, tomat hingga harum.
  4. Tuang air, tambahkan garam dan gula pasir. Masak hingga mendidih. Masukkan ikan lele, masak hingga bumbu meresap. Angkat.